NAMA : SUKMAWATI LAMASANO
FAKULTAS : HUKUM
NIM : 163124330050002
NAMA DOSEN : SEREPINA TIUR MAIDA, S. Sos, M. Pd
Sebelumnya
mohon maaf kalau dalam postingan ini Saya menggunakan kata Beta sebagai kata
ganti Saya/Aku.
Beta
berasal dari Pulau Ambon, tepatnya kecamatan Tehoru. Datang merantau mencari
ilmu pengetahuan di Ibukota yang begitu keras akan kehidupannya.
Yes..
tepatnya Kota Jakarta. Sebulan menjelang perjalanan ke jakarta disitulah beta mulai
menyiapkan mental untuk bisa bertahan hidup sendiri di tanah orang.
Awal
perjalanan ke Bandara, disitulah beta mulai berjanji untuk jiwa & raga
bukan hanya jasmani tapi juga rohani. (menundukkan kepala
sejenak, berdoa dalam hati) “Jauh-jauh ke jakarta tujuannya hanya satu. Mengumpulkan
ilmu setinggi Gunung, meraih Cita-cita untuk membahagiakan orangtua”. (dan
tanpa sadar air matapun menetes tanpa permisi)
Okhay!
Jakarta. Kota tidak pernah tidur.
Ibukota
tanah air beta ini luar biasa isinya. Mulai dari ujung Sabang sampai Merauke,
semuanya bisa katong dapa disini.
Pertama
kali menghirup udara kehidupan dikota jakarta, sebagai seorang remaja berusia
17 tahun, merupakan suatu pertarungan iman dan perjuangan besar akan dimulai.
Hehehe
Di
jakarta kita bisa melihat segalanya, Gedung-gedung pencakar langit, masyarakat
jakarta yang beraktifitas tiada hentinya, berbagai macam suku, agama, ras,
kebudayaan semuanya bercampur menjadi satu.
Beta
lahir & hidup selama 17 tahun di ambon, maluku. Menyelesaikan SD - SMA. Dan
baru kali ini menjauh dari orangtua dalam waktu yang lama bahkan bertahun-tahun
Menurut
hemat beta, jadi anak rantau itu menyenangkan, susah, bosan, seru bahkan yah
katakanlah ada asem-asemnya juga...!hehehe
Di
ambon beta adalah mayoritas, tapi ketika berada di ibukota, beta adalah
minoritas. Khususnya dilingkungan kampus. Namun dilain sisi beta senang bisa
bertemu dengan berbagai macam suku, agama, ras, budaya, bentuk wajah bahkan
sifat. Namun segala
Well,
karena salah satu alasan beta memilih Ibukota sebagai tempat melanjutkan
pendidikan yang lebih tinggi padahal di kota ambon banyak perguruan tinggi yang
beta tinggalkan karena, dari panilaian beta sendiri, kalaupun semenjak SD dan
SMA sudah berada di kota yang sama, bergaul dengan orang yang sama, lingkungan
yang sama, dengan begitu kapan wawasan, pemikiran kita bisa terbuka luas.
Selagi orangtua kita masih mampu apa salahnya mencoba hal baru demi mendapatkan
pengalaman yang luarbiasa.
Pertama
kali masuk kuliah, beta harus berpakaian rapih, menebar senyuman kepada semua orang
dan berperilaku ramah. Hari pertama beta berhasil mendapatkan teman dari dalam
daerah bahkan luar daerah, dari suku dan agama yang berbeda-beda pula.
Dam di hari pertama kuliah akhirnya
beta berhasil mendapatkan teman yang baru dengan berbagai latar belakang yang berbeda,
mendapatkan pengalaman yang luar biasa yang tidak akan beta dapatkan kalau
hanya kuliah dikota ambon. Beta bersyukur walaupun jauh dari orangtua, tapi
disini beta mendapatkan keluarga yang lain yang sama-sama dari Ambon bagian
timur Indonesia yang selalu menjaga, membimbing untuk hal-hal yg positif dan
menasehati ketika beta sedang rindu akan kampung halaman.
Namanya
maba pasti ada aja yang ditanya-tanya, selain ditanya nama dll, mereka juga
menanyakan asal. Dengan sangat gembira beta bilang bahwa, beta dari Ambon. Tapi
yang bikin nyesek kalo kata orang ambon “jengkel”, pas beta bilang orang ambon
dong punya respon balik itu, rata-rata tidak percaya kalo beta orang ambon,
karena katanya “orang ambon kok putih!
Ambon kok rambutnya ga keriting!”.
Dengan
senang hati beta berusaha meyakinkan mereka, Sebab stigma orang kota terhadap
kita orang ambon itu katong orang ambon identik dengan kulit hitam, rambut
kariting, muka seram. Memang semua itu betul dan itulah ciri khas katong orang
dari timur. Tapi dengan adanya pernikahan silang. Dari pernikahan silang itulah
melahirkan anak yang berwajah variatif yang bukan hanya berwajah ambon, tapi
juga jawa dsb. Yaa walaupun beta sendiri orang tua asli ambon bukan pernikahan
silang. Tapi apaboleh buat rejeki ilahi. Hehehe
Kadang
beta paleng jengkel kalo ada yang bilang beta orang aceh lah, jawa lah, parnakan
arab lah.. Tuhan, sungguh jauh dari realita.
Indonesia
merupakan negara kaya raya yang memilki SDA dan SDM, kaya dengan ragam
kebudayaan, agama dan kekayaan lainnya yang begitu melimpah. Jadi
tidak heran jika negara-negara asing banyak yang melirik kekayaan indonesia.
Next.
Menjadi anak kos untuk pertama kalinya dalam hidup sungguh berat, apalagi buat
beta yang tidak pernah kerja dirumah. Yang dari dulu jajan bisa sampai ratusan
ribu tiap hari ketika menjadi anak kos benar-benar harus irit karena menghemat
untuk keperluan buku, jajan, biaya lain tak terduga dan kebutuhan kuliah.
Menghadapi hari-hari sendirian, mulai dari masak, bersih-bersih kamar, makan,
nyuci piring, nyuci baju dan masalah-masalah lain yang timbul dalam bertetangga
kos yang sungguh beta tidak inginkan.
Namun
beta percaya semua manusia tidak ada yang ingin masuk dalam masalah, hanya
karena semua masalah yang datang Allah berikan untuk pelajaran seberapa
sanggupkah hamba-Nya menghadapi masalah-masalah yang datang dengan sikap yang
dewasa.
Beta
yakin dengan keadaan yang demikian, menuntut beta untuk bagaimana bisa
menempatkan diri beradaptasi dengan dilingkungan yang asing untuk menjadi lebih
baik kedepannya.
Adaptasi
lain yang beta alami awal-awal di jakarta yaitu, mulai dari logat/cara
berbicara, aneka macam nama dan bentuk makanan, perbedaan nama produk dan masih
banyak lagi.
Keadaan yang ada di jakarta takan sebanding dengan ketenangan yang disugukan oleh alam yang ada di Ambon. Bersantai diantara gunung dan bukit-bukit kecil dengan air yang jernih dan pasir putih adalah kenikmatan alam dunia yang ada di ambon, dan membuat hidup jauh lebih indah dibandingkan harus ke mall seperti yang dilakukan orang-orang di Kota.
dengan segala perbedaan yang ada di kota membuat pola pikir dan wawasan akan terus berkembang tanpa memikirkan sisi negatifnya sebuah perbedaan. Karena "Lahirnya sebuah perbedaan untuk dapat terciptanya keindahan".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar